Menulis artikel dalam bahasa Inggris tidaklah berbeda dg menulis op-ed dalam bahasa Indonesia. Tentu saja syarat dasar yakni kemampuan berbahasa Inggris harus dikuasai. Namun demikian, seberapa batas “mampu” dan “belum mampu” itu sangatlah relatif. Orang yg berkepribadian pesimis cenderung understimate (merendahkan) kemampuan diri, sementara yg sangat optimis cenderung overestimate (meninggikan kemampuan diri di atas
Menulis artikel dalam bahasa Inggris tidaklah berbeda dg menulis op-ed dalam bahasa Indonesia. Tentu saja syarat dasar yakni kemampuan berbahasa Inggris harus dikuasai. Namun demikian, seberapa batas “mampu” dan “belum mampu” itu sangatlah relatif. Orang yg berkepribadian pesimis cenderung understimate (merendahkan) kemampuan diri, sementara yg sangat optimis cenderung overestimate (meninggikan kemampuan diri di atas









2 komentar:
Menulis artikel dalam bahasa Inggris tidaklah berbeda dg menulis op-ed dalam bahasa Indonesia. Tentu saja syarat dasar yakni kemampuan berbahasa Inggris harus dikuasai. Namun demikian, seberapa batas “mampu” dan “belum mampu” itu sangatlah relatif. Orang yg berkepribadian pesimis cenderung understimate (merendahkan) kemampuan diri, sementara yg sangat optimis cenderung overestimate (meninggikan kemampuan diri di atas
Menulis artikel dalam bahasa Inggris tidaklah berbeda dg menulis op-ed dalam bahasa Indonesia. Tentu saja syarat dasar yakni kemampuan berbahasa Inggris harus dikuasai. Namun demikian, seberapa batas “mampu” dan “belum mampu” itu sangatlah relatif. Orang yg berkepribadian pesimis cenderung understimate (merendahkan) kemampuan diri, sementara yg sangat optimis cenderung overestimate (meninggikan kemampuan diri di atas
Posting Komentar